Kisah Telaga Warna –
kisah sebuah kerajaan di Jawa Barat, yang makmur dan tentram dengan di
pimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu. Prabu merupakan raja yang
bijaksana, tetapi dia menjadi raja yang sedih karena, dia belum di
karuniai seorang anak.
Singkat cerita,
mereka mempunyai seorang putri yang kemudian tumbuh dewasa menjadi
seorang putri yang cantik. Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya,
Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya
menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu
akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua
dan rakyat di kerajaan itu mencintainya.
Pada suatu hari di
waktu putri akan berusia 17 tahun. maka Prabu ( Sang ayah )
mempersiapkan hadiah yang terindah, dan yang terbaik untuk putrinya,
lalu Prabu mengambil sedikit emas dan permata, dan membawanya ke ahli
perhiasan, untuk membuatkan sebuah kalung yang indah untuk putrinya.
Hari ulang tahun pun
tiba. rakyat berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu
datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin
terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua
orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.
Prabu lalu bangkit
dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya, dan mengenakkannya
untuk sang putri tercinta. Sang Putri pun memakai kalung tersebut. Lalu
setelah memperhatikannya beberapa saat, ia melempar kalung itu, sambil
berkata. “Aku tak mau memakainya. Kalung ini jelek!” seru Putri. Kalung
yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai.
Tak seorang pun
menyangka, Putri bahwa akan berbuat seperti itu. Semua orang yang berada
di alun – alun terdiam dan tak seorang pun bicara. Suasana hening. Dan
tiba-tiba terdengar tangisan Ratu. Tangisannya diikuti oleh semua orang.
Air mata semua orang tersebut mula – mula hanya membasahi lapangan alun
– alun. Tetapi lama kelamaan istana mulai banjir dan akhirnya istana
pun dipenuhi air bagai danau. Lalu danau itu makin besar dan
menenggelamkan istana
Di hari yang cerah,
kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan.
Banyak orang bercerita bahwa warna itu berasal dari bayangan hutan,
tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang
mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di
dasar telaga. Dan akhirnya orang – orang di sana memberi nama telaga
tersebut sebagai telaga warna yang berasal dari tetesan air mata.